Inilah Rahasia Shalat (3)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

(PERIBADATAN RUKU’)

Kemudian, hamba disyariatkan untuk tunduk kepada Rabb Yang Maha Suci dengan melakukan ruku’ dalam keadaan merendahkan dirinya kepada keagungan Rabb-nya dan tunduk akan kehebatan-Nya serta menghinakan diri kepada keperkasaan-Nya.

Maka, pujian seorang hamba kepada Rabb-nya pada (posisi) ruku’ ini adalah dilakukan dengan membungkukkan tulang shulbi-nya, merendahkan anggota tubuhnya, menundukkan kepalanya, membungkukkan punggungnya, dan membesarkan-Nya dengan mengagungkan, mengucapkan tasbih (pensucian bagi Allah) dengan disertai pengagungan kepada-Nya.

Maka pada hamba terkumpullah ketundukkan hati dan anggota badan serta ucapan dalam keadaannya yang paling sempurna. Dan di dalam rukun ini terkumpullah pada dirinya ketundukkan, kerendahan, pengagungan dan dzikir (mengingat-Nya) yang dengan dzikir itu terbedakanlah antara ketundukkan seorang hamba kepada Rabb-nya dengan ketundukkan sebagian hamba kepada sebagian yang lainnya. Maka sesungguhnya ketundukkan adalah sifat dari hamba sedangkan keagungan adalah sifat bagi Rabb. Read the rest of this entry

Inilah Rahasia Shalat (2)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

(PEMBICARAAN SEKITAR WUDHU)

Dengan wudhu, seorang hamba tersucikan dari segala kotoran, sehingga dia menghadap kepada Rabb-nya dalam keadaan suci. Dan wudhu memiliki makna lahir dan batin.

Makna lahir dari wudhu itu adalah kesucian badan dan anggota-anggota wudhu.

Adapun makna batin dan rahasianya adalah kesucian hati dari kotoran-kotoran dan noda-noda dosa serta kemaksiatan dengan cara bertaubat. Oleh karena itu Allah menggandengkan antara taubat dengan bersuci pada firman-Nya,

“…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al Baqarah: 222)

Dan Nabi mensyariatkan bagi orang yang selesai berwudhu untuk membaca tasyahud kemudian membaca doa,

“Ya Allah, jadikanlah diriku termasuk kepada orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah diriku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.”

Maka Allah menyempurnakan untuknya tingkatan-tingkatan peribadatan dan tingkatan bersuci secara lahir batinnya. Sesungguhnya dengan syahadat, seorang hamba tersucikan dari kesyirikan, dengan taubat ia tersucikan dari dosa-dosa dan dengan air ia tersucikan dari kotoran-kotoran yang lahir. Read the rest of this entry

Inilah Rahasia Shalat (1)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

PASAL

Membandingkan antara rasa dari nyanyian dengan rasa dari shalat dan Al Qur’an; menjelaskan bahwa rasa yang ada pada salah satu dari kedua hal tersebut berbeda dengan rasa yang ada pada yang lainnya dan bahwasanya setiap kali rasa yang ada pada salah satunya menguat maka rasa dan kekuatan yang ada pada yang lainnya akan menjadi lemah.

Maka ketahuilah bahwasanya shalat -tanpa diragukan- merupakan penyejuk hati orang-orang yang cinta kepada Allah, kelezatan bagi ruh para ahli tauhid, tamannya para ahli ibadah, batu ujian bagi keadaan-keadaanya orang-orang yang jujur dan timbangan bagi keadaan-keadaan orang-orang yang berjalan kepada Allah. Dan shalat merupakan rahmat Allah yang dihadiahkan kepada hamba-Nya yang beriman.

Allah menunjuki hamba-Nya yang beriman kepada shalat, mengenalkan kemudian menghadiahkannya kepada mereka melalui tangan rasul-Nya yang jujur dan terpercaya sebagai bentuk kasih sayang dan pemuliaan kepada mereka agar dengannya diperoleh kemuliaan-Nya dan keberuntungan melalui pendekatan diri kepada-Nya dengan ibadah tersebut, bukan karena Allah membutuhkan [amalan] mereka, tetapi bahkan sebagai suatu anugerah dan karunia bagi mereka. Dengan shalat, hati dan anggota badan hamba secara bersamaan beribadah kepada Allah, dan orang yang arif menjadikan peran hati (di dalam shalat) lebih sempurna dan lebih besar daripada peran anggota badannya. Adapun peran hati adalah menghadap Rabb-nya Yang Maha Suci, merasakan kegembiraan dan kelezatan dengan mendekatkan diri kepadanya, merasa nikmat dengan kecintaan kepadanya, merasa bahagia dengan berdiri di hadapan-Nya dan meninggalkan – ketika berdiri beribadah menghadap kepada-Nya- perhatian kepada selain yang diibadahinya serta menyempurnakan hak-hak peribadatan kepada-Nya lahir-batin sehingga dia menunaikannya sesuai dengan cara yang diridhai Rabb-Nya yang Maha Suci. Read the rest of this entry

Kenapa Muslim Harus Shalat ? (8-habis)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KEDELAPAN: MANFAAT APA YANG BISA DIDAPATKAN SESEORANG DARI SHALATNYA

Adapun hal-hal yang bisa engkau peroleh dari shalatmu, semuanya adalah baik. Engkau bisa mengambil manfaat darinya juga saudara-saudaramu kaum muslimin. Bukankah engkau ingin agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa yang telah engkau perbuat..? Nabi Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Para sahabat menjawab: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda : menyempurnakan wudhu meski dalam keadaan berat, memperbanyak langkah menuju ke masjid dan menanti shalat setelah shalat. Dan yang demikian senantiasa berulang-ulang bagi kalian” [15]

Apabila Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengampuni dosamu, maka bergembiralah saudara-saudaramu kaum muslimin karena mereka mencintaimu sebagaimana mereka mencintai diri-diri mereka sendiri. Read the rest of this entry

Kenapa Muslim Harus Shalat ? (7)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KETUJUH: ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA TIDAKLAH BUTUH DENGAN SHALAT YANG KITA KERJAKAN

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidaklah butuh dengan shalat yang kita kerjakan. Akan tetapi, kitalah yang butuh untuk shalat kepadaNya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah zat yang maha kaya di atas segala makhluk ciptaanNya. Dan semua makhluk ciptaanNya butuh kepadaNya.

“Wahai sekalian manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah”. (Fathir 15-17)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan mereka, lahir dalam keadaan telanjang tanpa alas kaki, dalam keadaan telapak tangan yang tidak berisi sesuatu apapun, dalam keadaan tubuh yang lemah, akal yang kaku yang tidak bisa membedakan antara biji kurma atau biji kerikil, dalam keadaan tidak mampu memberi kebaikan atau mencegah mara bahaya dari diri-diri mereka sendiri. Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun memberikan makanan, kekuatan, kesehatan, akal, kekayaan, menundukkan langit dan bumi untuk mereka dan memberikan segala macam nikmatnya baik yang terlihat ataupun yang tidak terlihat oleh mata. Read the rest of this entry

Kenapa Muslim Harus Shalat ? (6)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KEENAM: SHALAT ADALAH KEBUTUHAN YANG SANGAT POKOK YANG DIBUTUHKAN SESEORANG DALAM HIDUPNYA SEBAGAIMANA IA MEMBUTUHKAN MAKANAN DAN MINUMAN

 Tentu saja… dan shalat adalah kebutuhan yang sangat pokok yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya sebagaimana ia membutuhkan makanan dan minuman.

Hal ini disebabkan karena makanan dan minuman adalah zat pembangun bagi tubuh dan sebagai suplemen kehidupan, adapun shalat adalah zat pembangun bagi ruh dan sebagai suplemen ketenangan yang mengangkat orang-orang yang melaksanakannya dari perkara-perkara yang hina, sehingga ia pun akan terus konsisten dalam segala urusannya sebagaimana ia terus konsisten di hadapan Rabbnya ketika shalat.

Shalat adalah batasan yang membatasi seseorang dari keimanan dan kekafiran. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits :

“Pembatas antara keimanan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat” [12] Read the rest of this entry

Kenapa Muslim Harus Shalat ? (5)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KELIMA: SHALAT BUKANLAH SUATU PERKARA YANG MUBAH

Shalat bukanlah suatu perkara yang mubah sebagaimana perkara dalam mencari nafkah, barangsiapa ingin melaksanakannya tidak ada pahala baginya dan barangsiapa yang ingin meninggalkannya tidak ada dosa baginya.

Akan tetapi shalat adalah perkara yang harus dan wajib. Memiliki waktu-waktu yang khusus, bentuk-bentuk tersendiri dan tata cara yang telah ditetapkan. Engkau tidak memiliki wewenang sedikitpun dalam menambah atau menguranginya, tidak pula mendahulukan atau mengakhirkannya. Shalat ibarat satu suapan yang masuk lewat mulut dan tidak lewat telinga atau udara yang masuk ke paru-paru melalui mulut atau hidung dan tidak melalui telapak kaki. Oleh karena itu, apabila engkau memiliki ide dalam mengembangkan dan mengempiskan jantungmu atau melapangkan dan menyempitkan paru-parumu, barulah engkau boleh memiliki ide dalam perkara shalat. Read the rest of this entry

Kenapa Muslim Harus Shalat ? (4)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KEEMPAT: SHALAT BUKANLAH SESUATU YANG MENGURUNG KEBEBASAN PRIBADI SESEORANG ATAU MENGHALANGI SESEORANG DALAM MENJALANKAN KEBEBASANNYA

Pada hakikatnya, setiap manusia yang hidup di lingkungan bermasyarakat, sepakat bahwa mereka bukanlah hewan yang hidup di atas muka bumi sebagaimana hewan-hewan yang hidup dalam hutan liar, akan tetapi mereka memiliki kebebasan. Kebebasan yang mereka miliki sifatnya mutlak baik dalam permasalahan aqidah (keyakinan), dalam berkata maupun bekerja.

Dan kebebasan itu terikat dengan aturan-aturan umum atau hukum-hukum yang berlaku. Kalaulah bukanlah karena ikatan ini, maka niscaya kehidupan bermasyarakat tidak akan teratur, generasi- generasi berikutnya tidak akan terlahir dan tidak akan ada lagi interaksi sesama individu. Lebih dari itu semua, kehidupan manusia tidak akan berkelanjutan (punah). Read the rest of this entry

Kenapa Muslim Harus Shalat ? (3)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KETIGA: SHALAT BUKANLAH SUATU DOKTRIN POLITIK OLEH SEORANG PEMIMPIN DIKTATOR YANG ZHALIM

Shalat bukanlah suatu doktrin politik oleh seorang pemimpin diktator yang zhalim, yang memaksa rakyatnya untuk menganut pemikiran- pemikirannya secara suka atau tidak suka. Akan tetapi shalat tidak lain hanyalah sebagai bentuk realisasi seseorang terhadap agama yang dianutnya dengan penyerahan diri beserta keridhoan tanpa adanya desakan dan paksaan.

 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”. (Al-Baqarah 256)

Shalat bukanlah sebagai suatu aturan politik yang senantiasa berubah seiring dengan perubahan zaman atau mengikuti pendapat-pendapat para penguasa, bukan pula undang-undang yang hari ini dibuat perumusannya dan keputusan akhirnya dimusyawarahkan besok, lalu tiba-tiba dikemudian hari harus diamandemen kembali dan asas-asasnya harus dirombak kembali atau ditunda pelaksanaanya sampai ada kesepakatan dari anggota sidang atau menunggu sampai adanya persetujuan dari pemegang kedaulatan tertinggi di negara tersebut. Read the rest of this entry

Kenapa Muslim Harus Shalat ? (2)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KEDUA: SHALAT BUKANLAH SESUATU YANG HANYA MEMBUANG-BUANG WAKTU

Tatkala seseorang menyelinap di tengah-tengah hiruk pikuk pekerjaannya yang disertai kegaduhan orang-orang yang berangkat di pagi hari dan pulang di waktu petang dan tatkala ia menyusup di tengah-tengah ruwetnya orang- orang yang sedang menerima dan memberi, menjual dan membeli, tawar menawar, belajar mengajar, serta berbagai macam tuntutan orang-orang ingin meninjau kembali permintaannya. Lalu ia berdiri sejenak dalam tempat shalatnya dan mengasingkan diri dari hingar-bingar kesibukan tersebut, sejenak hatinya menjadi tenang, jiwanya menjadi tentram, tubuhnya bisa beristirahat kembali, emosinya kembali stabil, ia kembali bisa menguasai hawa nafsunya dan ia terdiam  sejenak seraya berbisik-bisik dengan zat yang ia cintai (Allah Subhanahu wa Ta’ala).

Dan hakekat cinta akan lebih dalam terasa

Tatkala engkau berdua-duaan dengan yang engkau cintai

la pun meminta pertolongan dan kekuatan kepadaNya serta berdo’a agar senantiasa diberikan ketegaran diatas kebaikan dan kesabaran dalam beramal, memohon ampunan dariNya apabila ia telah berbuat buruk kepada seseorang baik berupa kata-kata yang tajam ataupun perlakuan yang kasar. Maka detik-detik ini pun menjadi waktu untuk mengisi simpanan energi dan mendinginkan syaraf-syaraf yang terus bergerak. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.