Kenapa Muslim Harus Shalat ? (3)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KETIGA: SHALAT BUKANLAH SUATU DOKTRIN POLITIK OLEH SEORANG PEMIMPIN DIKTATOR YANG ZHALIM

Shalat bukanlah suatu doktrin politik oleh seorang pemimpin diktator yang zhalim, yang memaksa rakyatnya untuk menganut pemikiran- pemikirannya secara suka atau tidak suka. Akan tetapi shalat tidak lain hanyalah sebagai bentuk realisasi seseorang terhadap agama yang dianutnya dengan penyerahan diri beserta keridhoan tanpa adanya desakan dan paksaan.

 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”. (Al-Baqarah 256)

Shalat bukanlah sebagai suatu aturan politik yang senantiasa berubah seiring dengan perubahan zaman atau mengikuti pendapat-pendapat para penguasa, bukan pula undang-undang yang hari ini dibuat perumusannya dan keputusan akhirnya dimusyawarahkan besok, lalu tiba-tiba dikemudian hari harus diamandemen kembali dan asas-asasnya harus dirombak kembali atau ditunda pelaksanaanya sampai ada kesepakatan dari anggota sidang atau menunggu sampai adanya persetujuan dari pemegang kedaulatan tertinggi di negara tersebut.

Akan tetapi shalat tidak lain adalah bagian dari rukun Islam, bahkan rukun yang paling utama setelah syahadatain[8].

Wahai muslim!! selama engkau masih tetap dengan agama ini dari hati yang paling dalam dan engkau tidak memeluk agama ini karena adanya paksaan, maka wajib bagimu untuk menjalankan seluruh aturan-aturannya secara keseluruhan.

Bukankah engkau sependapat denganku bahwasanya setiap penduduk yang tinggal di suatu negara wajib baginya untuk menjalankan peraturan-peraturan yang berlaku di negara tersebut..? Dan apabila ia enggan, maka ia berada diantara dua pilihan; Apakah ia akan dihukum dan dipaksa untuk tunduk dan melaksanakannya, ataukah ia keluar dari negara tersebut.

Aku sangat heran, bagaimana mungkin seseorang takut kepada polisi, namun ia tidak takut kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi..? Dan marilah kita melihat sisi yang lain; pernahkah engkau memperhatikan lampu merah? Tatkala lampu yang berwarnah merah menyala, sesaat ia mampu menghentikan puluhan bahkan ratusan mobil yang ada di sekitarnya dan tidak ada satu pun yang mampu melanggarnya meskipun diantara para pengemudi itu ada orang yang memiliki kekuatan..?! Lalu mengapa manusia tidak berani melanggar lampu merah namun tidak segan-segan melanggar perintah-perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahkan berlomba-lomba dalam melakukan kemaksiatan dan kemungkaran, serta melampaui batas-batas yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapkan bagi mereka..? Apakah hal ini menunjukkan akan kesempurnaan akal-akal mereka ataukah sebaliknya..? Jawablah kalau memang engkau termasuk orang-orang yang inshaf[9]..!

_____________________

8. Syahadatain: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.

9. Inshof artinya tengah-tengah dan tidak berpihak kepada pihak manapun.

[Dari: Limadza Usholli; Penulis: Asy-Syaikh Abdur Rauf al-Hanawi; Pengantar: Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz Rahimahullah; Edisi Indonesia: Kenapa Saya Harus Shalat…?!; Penerjemah: Mohamad Nursamsul Kamar; Penerbit: Al-Hikmah Media]

Posted on Oktober 14, 2012, in Kenapa Shalat? and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: