Kenapa Muslim Harus Shalat ? (8-habis)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

KEDELAPAN: MANFAAT APA YANG BISA DIDAPATKAN SESEORANG DARI SHALATNYA

Adapun hal-hal yang bisa engkau peroleh dari shalatmu, semuanya adalah baik. Engkau bisa mengambil manfaat darinya juga saudara-saudaramu kaum muslimin. Bukankah engkau ingin agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa yang telah engkau perbuat..? Nabi Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Para sahabat menjawab: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda : menyempurnakan wudhu meski dalam keadaan berat, memperbanyak langkah menuju ke masjid dan menanti shalat setelah shalat. Dan yang demikian senantiasa berulang-ulang bagi kalian” [15]

Apabila Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengampuni dosamu, maka bergembiralah saudara-saudaramu kaum muslimin karena mereka mencintaimu sebagaimana mereka mencintai diri-diri mereka sendiri.

Sesungguhnya faidah-faidah yang didapatkan dari shalat jauh lebih banyak dari jumlah yang mampu dihitung oleh orang-orang yang menghitungnya atau yang dicatat oleh sebuah pena, karena shalat adalah perkara ilahiyah yang dengannya hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala beribadah kepadaNya.

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat”. (Ibrahim: 31)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggabungkan seluruh kebaikan dengan perumpamaan yang ringkas dan kata yang sangat dalam maknanya. Sebagaimana firmanNya:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”. (Al-Ankabut: 45)

Maka silahkan bagi siapa yang ingin menghitung-hitung keutamaannya dalam batasan pembahasan ini, namun kalau ia tidak mampu menghitung seluruhnya maka tidak ada salahnya jika kita sebutkan sebahagiannya.

Apabila engkau telah mampu membasmi bibit- bibit kemaksiatan dalam jiwamu dan akarnya telah tercabut dari tingkah laku perbuatanmu, maka murnilah agamamu, bersihlah jiwamu, sucilah hatimu, selamatlah seluruh anggota tubuhmu dan urusanmu pun akan terus berjalan dengan konsisten. Dan apabila engkau telah menghapus kemungkaran dan memotong jaring- jaring pengikatnya, maka engkau telah berhasil membasmi virus-virus yang membahayakan dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian engkau telah menyelamatkan agama, jiwa dan keluargamu.

Shalat adalah penolong bagimu di waktu yang rumit dan pemecah masalah yang sulit.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”. (Al-Baqarah: 45)

Shalat adalah penentram bagi tubuh dan pikiranmu dari segala kepenatan dunia dan kesibukan pekerjaan. Shalat adalah pemeran utama dalam mempererat hubungan sesama kaum muslimin dan pemerataan sesama manusia dalam menaati peraturan, dalam hal-hal yang mencakup kemaslahatan di dunia, dalam membersihkan hati dari syahwat dan mensucikan jiwa dari penipuan dan permusuhan, dalam menjaga lidah, dalam memelihara penglihatan dan pendengaran, dalam perkara tawadhu dan akhlak yang baik, dalam bersunguh-sungguh untuk selalu menunaikan hak dan kewajiban, baik di kala suka maupun duka.

Tidak diragukan lagi bahwasanya shalat juga memiliki banyak faidah dari segi kesehatan sebagaimana hal tersebut bisa dilihat dari gerakan-gerakannya yang sangat khas tatkala berdiri, ruku’, sujud ataupun duduk yang merupakan gerakan-gerakan yang dengannya kita beribadah kepada Allah meskipun faidah-faidah ini luput dari pengetahuan kita.

Dahulu kaum muslimin menerima perintah-perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa harus mencari-cari alasan dan penyebab diwajibkannya hal tersebut, akan tetapi mereka melaksanakannya tanpa adanya soal dan pertanyaan. Namun, dengan semakin lemahnya kepekaan beragama yang ada dalam hati kaum muslimin, membuat para da’i menyingsingkan lengan baju dalam menasehati dan memberi petunjuk kepada para generasi muda dan berusaha dalam menyingkap keutamaan dan keistimewaan agama Islam lalu menyuguhkannya di hadapan para generasi muda sebagaimana meletakkan uang koin di tangan-tangan mereka. Bersamaan dengan itu semua, sangat sedikit orang yang bisa mengambil pelajaran dan betapa minimnya orang yang bersyukur.

Wahai Muslim . . .

Aku nasehatkan kepadamu untuk senantiasa mengerjakan dan menjaga shalat tepat pada waktunya karena demi Allah tidak ada satu orang pun yang mampu membelamu di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau menanggung segala dosa-dosamu. Tidak pula mereka mampu mendebat Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk membelamu apalagi melindungimu dari azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala apabila telah menyelimutimu, harta dan anak-anakmu tidaklah mampu memberi manfaat kepadamu sedikit pun. Masa muda dan kedudukanmu tidaklah kekal, niscaya engkau akan menyesal atas segala kelalaianmu di hari tatkala penyesalan tidak mampu menyelamatkanmu. Kematian pun akan datang menjemputmu secara tiba-tiba namun engkau masih tenggelam dalam renung kelalaian. Maka siapkanlah bekalmu, pertimbangkanlah apa yang hendak engkau lakukan dan ambillah pelajaran dari orang-orang yang telah mendahuluimu.

Ketahuilah, sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba di hari kiamat nanti adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka ia akan ditanya tentang amalan-amalan lain berupa puasa dan zakat, akan tetapi apabila shalatnya tertolak maka ia tidak akan ditanya lagi tentang kebaikan lain meskipun ia telah mengeluarkan zakat, mengerjakan puasa ataupun melaksanakan ibadah haji.

Ketahuilah, barang siapa yang meninggalkan shalat wajib dengan sengaja maka sungguh dia telah terlepas dari jaminan dan tanggungan Allah dan RasulNya.

Maka janganlah engkau termasuk dari orang-orang yang mengaku bagian dari kaum muslimin yang hanya melaksanakan shalat di satu waktu namun mereka meninggalkannya di waktu-waktu yang lain. Dan jangan pula seperti orang-orang munafik yang apabila berdiri untuk shalat, mereka berdiri dalam keadaan malas, mereka bermaksud riya’ (ingin dipuji) dan tidaklah mereka mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali sedikit sekali.

Janganlah engkau membiarkan setan menguasai lisanmu sebagaimana ia mengendalikan lisan-lisan kebanyakan dari kaum muslimin yang mengatakan: “Shalat bukanlah suatu patokan, akan tetapi yang menjadi patokan adalah kebeningan hati dan tidak melakukan kecurangan dan penipuan di antara sesama manusia”. Mereka menyangka bahwasanya apabila mereka tidak mengerjakan shalat maka mereka tidak menyakiti siapapun. Mereka telah berdusta kepada Allah – Subhanahu Wa Ta’ala-. Demi Allah!! sungguh mereka telah menyakiti Allah dan RasulNya serta seluruh kaum muslimin.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan. Dan orang- orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”. (Al-Ahzab: 57,58)

Bentuk menyakiti seperti apalagi yang lebih besar terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari bermaksiat kepadaNya..?!! Bentuk menyakiti seperti apalagi yang lebih besar terhadap Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam dari menyelisihi petunjuk-petunjuknya..?!! Dan bentuk menyakiti seperti apalagi yang lebih besar terhadap kaum muslimin dari meremehkan agama mereka dan mengikuti selain jalan mereka..?!!

Apabila engkau melihat sebagian orang yang senantiasa melaksanakan shalat namun mereka masih berlumuran dengan perbuatan-perbuatan maksiat, ketahuilah mereka itu bukanlah orang-orang yang sempurna dari dosa dan kesalahan. Dan tidaklah pula perbuatan-perbuatan maksiat yang mereka lakukan tersebut berhubungan dengan shalat yang senantiasa mereka kerjakan. Dan engkau bukanlah orang yang berhak menghisab atas apa-apa yang mereka lakukan dan engkau tidak pula dihisab atas apa-apa yang telah mereka kerjakan. Yakinlah suatu saat mereka akan meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk tersebut. Maka Jadilah orang yang terbaik dari mereka, jadilah panutan dan pemberi nasehat bagi mereka semua, Jadilah orang yang shalatnya mampu mencegahnya dari segala macam bentuk kemungkaran. Dan jangan sekali-kali engkau termasuk dari orang-orang yang shalatnya tidaklah mampu memberi manfaat apa-apa baginya disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala melainkan hanya menjauhkannya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Shalatlah jika engkau orang yang berakal..! Karena sesungguhnya orang yang berakal tidak akan pernah meninggalkan shalat. Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang tidak mampu mempergunakan akal dan panca inderanya dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, lebih-lebih lagi mereka hanya mengikuti hawa nafsu dan setan yang ada pada diri-diri mereka. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mencela dan menghinakan mereka dalam firmanNya:

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat- ayat Allah). Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (Al- A’raf: 179)

Shalatlah jika engkau orang yang bebas dan terhormat..! Janganlah engkau mengikuti jalannya orang-orang yang menyimpang dan jangan pula engkau tertipu dengan banyaknya orang-orang yang binasa.

Shalatlah jika engkau orang yang senantiasa menjaga keindahan dan bersyukur atas segala kebaikan.

Shalatlah jika engkau memang jujur akan keislamanmu dan janganlah sekali-kali perbuatanmu menyelisihi perkataanmu, karena akan menjadikanmu termasuk dalam golongan orang-orang munafik.

Shalatlah jika engkau sayang terhadap dirimu sendiri, agar di hari kiamat nanti engkau mampu menyelamatkan dirimu dari adzab Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sangat pedih.

Janganlah sekali-kali engkau membangkang dan terus menerus tenggelam dalam dosa, hingga akhirnya setan mampu menguasai dan membuatmu lupa dari mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan engkau pun akan termasuk ke dalam orang-orang yang merugi.

Shalatlah kalau engkau benar-benar berbakti kepada kedua orang tuamu, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima do’a dan permohonan ampunmu bagi mereka berdua.

Shalatlah jika engkau benar-benar sayang kepada anak-anakmu dan jadilah suri tauladan yang baik bagi mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa tumbuh dan berkembang dalam naungan Islam, kalau engkau tidak pernah mencontohkannya..? Apakah engkau mau melihat mereka di celupkan kedalam neraka pada hari kiamat nanti padahal engkau sangat menyayangi mereka..?

Shalatlah kalau engkau benar-benar suami yang setia pada istrimu, kalau engkau menginginkan baginya kebaikan dan mengharapkan baginya keselamatan..? Apakah mungkin ia akan melaksanakan shalat sementara engkau tidak pernah melakukannya..? Apakah engkau akan merasa bangga tatkalah ia menjadi wanita yang shalihah sementara engkau hidup bergelimangan dalam kemaksiatan..? Bagaimana mungkin ia percaya akan janji-janjimu kalau engkau belum memenuhi janji-janjimu kepada orang tua dan anak-anakmu..?

Shalatlah kalau engkau ikhlas dan tulus terhadap bangsamu. Karena sesungguhnya barang siapa yang tidak memiliki kebaikan dalam agamanya maka niscaya tidak ada kebaikan darinya bagi bangsanya. Bagaimana mungkin Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaga suatu bangsa kalau ternyata penduduknya senantiasa melaksanakan kemaksiatan dan tidak bersyukur atas nikmat-nikmatNya..? Bukankah orang-orang Yahudi diadzab karena mereka meninggalkan shalat dan juga karena perbuatan-perbuatan keji dan mungkar yang mereka lakukan..?

Shalatlah kalau engkau benar-benar jujur dalam mencintai Allah –Subhanahu Wa Ta’ala-, karena sesungguhnya seseorang yang mencintai tidak akan merasa bahagia kecuali senantiasa bermunajat dengan yang ia cintai, maka jadikanlah shalatmu sebagai bagian dari munajatmu kepadaNya.

Shalatlah kalau engkau benar-benar takut dari adzab Allah yang sangat pedih, karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyiapkan api neraka bagi orang-orang yang tidak melaksanakan shalat. Dan engkau wahai orang yang sangat lemah, tidaklah mampu menahan panasnya matahari, lalu bagaimana mungkin engkau menahan panasnya api neraka..? Dan ketahuilah panas api dunia hanyalah satu dari tujuh puluh kali lipat panasnya api yang berada di akhirat. Dan api neraka sangatlah hitam pekat, tatkala seseorang dilemparkan kedalamnya ia harus menunggu tujuh puluh tahun untuk sampai ke dasarnya…

Wahai saudaraku, apakah engkau mau di hari kiamat nanti dikatakan kepadamu: “Engkau adalah termasuk dari golongan orang-orang yang berdosa karena engkau bukanlah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa mengerjakan shalat..?” Apakah engkau masih merasa bangga apabila di hari kiamat nanti Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Pedih adzabNya berkata kepada para malaikatNya yang kasar dan keras:

(Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta”. (Al-Haaqqah: 31-32)

Bukankah engkau sependapat denganku bahwasanya meninggalkan shalat adalah suatu perbuatan maksiat? Lalu kenapa engkau meninggalkannya..? Apakah engkau memiliki surat jaminan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menyatakan bahwasanya Ia akan mengampunimu..? Tidakkah engkau mendengarkan tuntunan Allah kepada RasulNya:

Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku”. (Al-An’am: 15)

Apakah engkau lebih mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ataukah rasulNya,.? Apabila engkau berpendapat bahwasanya rasulNya lebih mulia (dan demikianlah seharusnya) lalu bagaimana mungkin ia takut kepada Rabbnya sementara engkau tidak takut kepadaNya..?

Wahai sahabatku, kalau seandainya ada seorang polisi menegurmu pastilah engkau akan tercengang mempertimbangkan teguran itu, kalau seandainya yang menegur itu adalah salah seorang pemimpin pastilah pelupuk matamu tidak akan mampu berkedip karena ketakutan, kalau seandainya yang menegur itu adalah orang yang memegang kekuasaan tertinggi di suatu negara niscaya tubuhmu akan menjadi lemas karena dipenuhi rasa takut dan gelisah. Lalu bagaimana kalau seandainya yang mengancammu adalah zat yang maha kuat dan pedih adzabNya..? Kemana engkau hendak berlari dan siapa yang akan pielindungimu dariNya..?

Apakah tangis dan penyesalanmu tatkala engkau telah dihadapkan dengan api neraka..? Lalu kebaikan apa yang telah engkau persiapkan di dunia untuk bekal kehidupan akhiratmu kalau engkau tidak melaksanakan shalat..? Dan kerugian apa yang akan engkau dapatkan kalau engkau melaksanakan shalat? Mana yang engkau pilih, termasuk dalam golongan orang-orang yang bahagia di surga atau golongan orang-orang yang binasa di neraka..?

Shalatlah karena sesungguhnya engkau sangat butuh kepada Allah –Subhanahu Wa Ta’ala-. Maka kenali dan ingatlah Allah Subhanahu Wa Ta’ala di waktu senang, niscaya la akan mengingatmu di waktu susah.

Shalatlah..! dan janganlah sekali-kali engkau menjadi seorang yang mengaku muslim, namun ternyata Islam berlepas diri darimu. Dan jangan pula menjadi orang yang senantiasa berusaha dalam meruntuhkan dan menghancurkan Islam.

Akan tetapi berbesar hatilah dengan keislamanmu sebagaimana orang yang mengatakan:

Ayahku adalah Islam, tidak ada ayah bagiku selainnya

Jika mereka (orang-orang quraisy) bangga dengan (qobilah mereka) Qois dan Tamim

Shalatlah dan jadilah pelindung bagi saudara-saudaramu kaum muslimin yang shalih. Perbanyaklah jumlah mereka, kokohkan kekuatan mereka, kalahkan musuh-musuh mereka dan kurangi jumlah orang-orang munafik.

Shalatlah..! Karena dengan shalat tersebut engkau telah membuat Allah Subhanahu Wa Ta’ala ridho kepadamu dan membuat setan murka kepadamu, serta dengannya engkau telah berhasil mematahkan tipuan orang-orang yang selalu menipu.

Shalatlah..! Karena sesungguhnya shalat adalah cahaya yang menghapus gelapnya kesesatan serta kebathilan dan menuntun hati menuju jalan petunjuk dan kebenaran, juga yang akan menyinari kegelapan dalam kubur dan yang akan memancarkan sinar di keningmu pada hari kiamat nanti.

Shalatlah..! Karena shalat adalah faktor utama yang mampu mencegahmu dari segala jenis perbuatan maksiat dan belenggu yang paling kuat untuk mengekang hawa nafsu dan mengikat setan.

Shalatlah..! Karena sesungguhnya perhitungan amal perbuatan sangatlah sulit dan yang menghisab Maha Mampu atas segala-galanya. Dan ketahuilah! Tatkalah para binatang melihat apa-apa yang telah disediakan bagi manusia di hari kiamat nanti berupa kesengsaraan dan kepedihan, mereka mengatakan: “Wahai anak Adam, segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kami seperti kalian, tidak ada surga yang kami harapkan dan tidak pula adzab yang harus kami takuti. Ketika itu orang-orang yang berdosa berharap sekiranya dahulu ia hanyalah tanah”.

Sebagai penutup. . .

Shalatlah wahai saudaraku…! Sesungguhnya aku senantiasa mendirikan shalat dan aku mengharapkan bagimu kebaikan sebagaimana aku mengharapkannya bagi diriku sendiri selama engkau masih saudaraku dalam Islam.

Shalatlah Karena ketaatan kepada Allah dalam firmanNya:

“Peliharalah semua shalat(mu), dan(peliharalah) shalat wustha. Dan Berdirilah untuk Allah (dalam  shalatmu) dengan khusyu”. (Al-Baqarah: 238)

Dan shalatlah…! Karena takut akan di bangkitkan bersama orang-orang kafir sebagaimana Rasulullah –Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam– bersabda:

“Sesungguhnya perjanjian antara kita dan orang-orang kafir adalah shalat, barang siapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir.” [16]

Shalatlah..! Karena demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali ia, aku benar-benar adalah pemberi nasehat bagimu. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang mendengar perkataan dan mengikuti yang paling baiknya.

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

________________________

15 Diriwayatkan oleh al-lmam Muslim.

16 Diriwayatkan oleh al-lmam At-Tirmidzi, Abu Daud, An-Nasai, dan Ibnu Majah.

[Dari: Limadza Usholli; Penulis: Asy-Syaikh Abdur Rauf al-Hanawi; Pengantar: Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz Rahimahullah; Edisi Indonesia: Kenapa Saya Harus Shalat…?!; Penerjemah: Mohamad Nursamsul Kamar; Penerbit: Al-Hikmah Media]

Posted on November 20, 2012, in Kenapa Shalat? and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: